BEI Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen melalui IDX
Bursa Efek Indonesia membuka akses publik untuk data pemegang saham di atas 1 persen melalui situs IDX. Publik kini dapat melihat nama pemegang saham yang mencapai ambang tersebut.

Data pemegang saham di atas 1 persen kini dapat diakses publik melalui situs idx milik Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diumumkan media Tempo Bisnis yang melaporkan bahwa BEI membuka akses nama pemegang saham yang memiliki kepemilikan di atas ambang 1 persen, sehingga informasi tersebut bisa dilihat oleh publik melalui situs resmi IDX.
Akses publik yang dibuka BEI di IDX
Tempo Bisnis melaporkan bahwa BEI resmi membuka akses data pemegang saham yang memiliki lebih dari 1 persen saham publik melalui laman resmi IDX. Informasi yang mulai tersedia secara publik mencakup nama pemegang saham yang mencapai ambang 1 persen, yang sebelumnya tidak selalu mudah diakses oleh masyarakat luas. Menurut laporan, data tersebut bisa diakses langsung di situs bursa sehingga meningkatkan ketersediaan informasi bagi pelaku pasar.
Siapa yang termuat: ambang 1 persen
Berdasarkan informasi yang dilaporkan, batas akses yang dibuka adalah bagi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Artinya, apabila seorang investor atau entitas memiliki saham lebih dari 1 persen dalam suatu perusahaan tercatat, nama pemegang saham tersebut akan muncul dalam data yang dapat diakses publik di situs IDX. Detail teknis mengenai frekuensi pembaruan data atau format penyajian tidak dijabarkan rinci dalam laporan tersebut.
Implikasi bagi keterbukaan informasi pasar modal
Dengan dibukanya akses ini, publik memperoleh kemampuan untuk memantau struktur kepemilikan perusahaan tercatat pada ambang tertentu. Informasi pemegang saham yang lebih mudah diakses dapat membantu investor, analis, dan pemangku kepentingan lain untuk melihat siapa saja yang memiliki porsi signifikan dalam suatu perusahaan. Tempo Bisnis menyebutkan kebijakan ini sebagai pembaruan akses data oleh BEI melalui platform IDX, meskipun laporan tidak memaparkan seluruh alasan atau mekanisme pelaksanaannya secara detail.
Arah akses data dan tata kelola
Langkah BEI membuka akses data pemegang saham lebih dari 1 persen dimungkinkan sebagai bagian dari tata kelola data yang dikelola bursa. IDX sebagai penyelenggara platform informasi pasar menyediakan berbagai informasi yang menjadi rujukan pasar modal, dan penambahan akses terhadap daftar pemegang saham signifikan ini menunjukkan perluasan jenis data yang dapat diakses publik. Tempo Bisnis mencatat bahwa perubahan ini dapat dilihat langsung melalui situs resmi IDX, namun rincian lanjutan soal kebijakan privasi atau pembatasan akses tidak dijelaskan dalam laporan yang tersedia.
Publikasi data pemegang saham pada ambang tertentu menempatkan informasi kepemilikan yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau menjadi lebih transparan. Tempo Bisnis melaporkan pembaruan akses ini atas inisiatif BEI, sementara detail operasional dan alasan formal di balik kebijakan tersebut membutuhkan keterbukaan lebih lanjut dari pihak bursa. Untuk informasi lebih lengkap mengenai bagaimana mengakses data tersebut dan daftar perusahaan yang tercantum, publik diimbau mengunjungi situs resmi IDX.
Artikel Terkait

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.943.000 per Gram: Implikasi untuk Investor dan Pembeli Ritel
Harga emas Antam turun menjadi Rp2.943.000 per gram, turun Rp53.000 pada Kamis menurut laman Logam Mulia. Berita ini relevan bagi investor dan pembeli ritel emas.
Pembagian Dividen BBRI Diprediksi Naik: Ruang Lebih Besar Berkat CAR yang Kuat
BRI menyatakan punya ruang untuk menaikkan pembagian dividen BBRI karena modal kuat (CAR 23,53% per akhir 2025). Interim dividen Rp137 per saham telah dibayarkan pada Januari 2026.

Promo Superindo: Daftar Diskon JSM & Penawaran Khusus Menjelang Lebaran 2026
Superindo menghadirkan promo JSM periode 13-15 Maret 2026 dengan diskon hingga 45% serta penawaran khusus menjelang Idul Fitri, termasuk Nivea Body Serum Rp24.900.

Torino Bergerak: Industri Tumbuh, Tapi Produktivitas dan Nilai Tambah Belum Melesat
Laporan bersama Centro Einaudi, Ui Torino, dan Kamar Dagang menunjukkan industri Torino menunjukkan pertumbuhan dan diversifikasi, tetapi masih butuh lonjakan produktivitas dan nilai tambah.