Berapa Rakaat Sholat Tarawih? Jawaban dan Praktik di Indonesia Saat Ramadhan 2026
Pertanyaan 'berapa rakaat sholat tarawih' kembali ramai saat Ramadan 2026; artikel ini merangkum praktik di sejumlah masjid Indonesia dan memberi panduan singkat soal pilihan rakaat.

Umat Islam di berbagai daerah mulai melaksanakan sholat tarawih menyusul penetapan 1 Ramadhan 1447 H, dan pencarian terkait 'berapa rakaat sholat tarawih' meningkat seiring malam tarawih pertama. Di beberapa masjid tampak suasana khusyuk saat tarawih pertama, seperti yang terdokumentasi di Masjid Ridho Ilahi, Nganjuk, dan Masjid At-Tanwir Muhammadiyah.
Tarawih pertama di berbagai daerah
Kehadiran jamaah pada malam tarawih pertama tahun ini terlihat di sejumlah titik. Foto ANTARA menunjukkan pelaksanaan "Shalat Tarawih pertama di Masjid Ridho Ilahi, Nganjuk" (ANTARA FOTO/Muhammad Mada), sementara liputan video Kompas menayangkan "Momen Khusyuk Tarawih Pertama di Masjid At-Tanwir Muhammadiyah". Pemberitaan media juga mengingatkan publik bahwa pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis (19/2/2026) dan umat mulai melaksanakan ibadah malam itu.
Liputan-liputan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan tarawih pada malam pembuka Ramadan menjadi momen umum di Indonesia, sekaligus memicu pertanyaan populer di kalangan jamaah: berapa rakaat sholat tarawih yang sebaiknya dilakukan?
Berapa rakaat sholat tarawih: 8 atau 20?
Pertanyaan mengenai jumlah rakaat tarawih — apakah 8 atau 20 — terus muncul di tengah masyarakat. Secara praktik di Indonesia, Anda akan menemukan kedua pola itu: beberapa masjid dan kelompok memilih menjalankan tarawih delapan rakaat, sementara banyak masjid lain melaksanakan dua puluh rakaat. Kedua praktik ini terlihat di lapangan dan tercermin dari kebiasaan jamaah saat malam pertama.
Perbedaan jumlah rakaat ini menjadi alasan mengapa pencarian "berapa rakaat sholat tarawih" naik menjelang dan selama malam tarawih pertama: jamaah ingin menyesuaikan diri dengan tata cara masjid tempat mereka beribadah atau memilih sesuai pilihan pribadi dan panduan ulama setempat.
Mengapa ada perbedaan praktik di masjid-masjid Indonesia
Variasi praktik tarawih di Indonesia disebabkan oleh perbedaan tradisi, penafsiran hukum fiqh, dan kebiasaan komunitas. Sebagian masjid mengikuti tradisi yang lebih singkat (misalnya delapan rakaat), sedangkan masjid lain menerapkan rangkaian tarawih yang lebih panjang (dua puluh rakaat). Selain itu, tata pengaturan di masjid—seperti pengaturan bacaan imam, keinginan untuk menamatkan juz Al-Qur'an dalam beberapa malam, dan preferensi jamaah—memengaruhi pilihan jumlah rakaat.
Liputan praktik tarawih pertama yang tersebar di media lokal memperlihatkan bahwa penerapan jumlah rakaat seringkali disesuaikan dengan kebiasaan pesantren, organisasi keagamaan, atau keputusan pengurus masjid setempat. Dalam suasana Ramadan, kebanyakan jamaah cenderung mengikuti anjuran atau kebiasaan masjid di mana mereka melaksanakan ibadah.
Panduan singkat bagi jamaah: menyesuaikan dengan masjid atau pilihan pribadi
Bagi jamaah yang bertanya "berapa rakaat sholat tarawih" pada malam pertama, beberapa hal praktis yang bisa dijadikan pedoman:
- Amati pengumuman atau kebiasaan masjid tempat Anda beribadah. Pengurus masjid biasanya menyampaikan tata cara pelaksanaan sebelum tarawih dimulai.
- Jika hadir di masjid baru, ikuti imam dan jamaah. Tarawih merupakan shalat berjamaah yang umum dilaksanakan mengikuti imam.
- Pilihan delapan atau dua puluh rakaat keduanya banyak dipraktikkan; bagi yang ragu, berkonsultasilah dengan pihak pengurus masjid atau tokoh agama setempat.
- Jangan lupa melaksanakan shalat witir sebagai penutup ibadah malam, sebagaimana lazim dilakukan setelah tarawih.
Selain aspek jumlah rakaat, media juga banyak memberi perhatian pada niat shalat tarawih dan panduan pelaksanaannya. Sebagai contoh, salah satu pemberitaan mengingatkan publik untuk mengecek niat tarawih pada malam pertama, sebagai bagian dari persiapan ibadah.
Tarawih sebagai momen kebersamaan dan refleksi
Terlepas dari perbedaan teknis jumlah rakaat, pelaksanaan tarawih pada malam pertama tetap menjadi momen kolektif yang menandai dimulainya Ramadan. Liputan visual dari berbagai masjid menunjukkan suasana hening dan khusyuk yang serupa: jamaah berkumpul, imam memimpin, dan masyarakat menyambut Ramadan dengan ibadah bersama.
Media seperti ANTARA dan Kompas mendokumentasikan suasana itu sehingga publik dapat melihat beragam cara komunitas menunaikan ibadah. Sementara itu, pemberitaan lain mengingatkan agar jamaah menyiapkan niat dan mematuhi aturan masjid setempat.
Pelaksanaan tarawih menjadi cermin ragam praktik keagamaan di Indonesia: berbeda dalam metode dan jumlah rakaat, tetapi serupa dalam tujuan meningkatkan ketakwaan dan memperkuat tali silaturahim antarjamaah.
Di tengah keragaman itu, pencarian tentang "berapa rakaat sholat tarawih" mencerminkan kebutuhan masyarakat akan kepastian praktis saat memasuki bulan suci. Jamaah dianjurkan mengikuti kebiasaan dan arahan masjid setempat, atau berkonsultasi dengan tokoh agama yang menjadi rujukan di komunitasnya, agar pelaksanaan ibadah terasa khusyuk dan teratur.
Artikel Terkait
Doa Penutup Ramadhan: Doa Mustajab, Harapan, dan Cara Menjaga Semangat Ibadah
Doa penutup Ramadhan menjadi fokus umat jelang akhir bulan suci, dengan doa-doa mustajab dan nasihat penyuluh agama agar amal diterima dan semangat ibadah berlanjut.

Azan Magrib dan Jadwal Imsakiyah: Panduan Buka Puasa untuk Jogja dan Solo 18-19 Maret 2026
Azan magrib kembali menjadi sorotan saat Ramadan memasuki hari ke-28 (18 Maret 2026). Artikel ini merangkum jadwal imsak dan maghrib untuk Jogja dan Surakarta serta sumber resmi.
Jadwal Sholat Cirebon Ramai Dicari: Media Lokal dan Google Trends Catat Lonjakan Pencarian
Pencarian 'jadwal sholat Cirebon' meningkat akhir-akhir ini, dengan beberapa portal berita lokal memublikasikan jadwal harian untuk membantu warga mengakses waktu sholat akurat.

Kapan Malam Lailatul Qadar? Panduan Ibadah dan Nasihat Ulama di 10 Malam Terakhir Ramadan
Lailatul Qadar diperkirakan berada di 10 malam terakhir Ramadan; para ulama mengingatkan untuk menghidupkan setiap malam dengan ibadah, bukan hanya menunggu satu malam saja.