Flamengo vs Remo: Aksi Anti-Rasisme, Kembalinya Remo ke Maracanã dan Tantangan Susunan Pemain
Pertandingan Flamengo vs Remo di Maracanã pada 19 Maret 2026 menampilkan kampanye melawan rasisme, kebangkitan suporter Remo di Rio, serta penyesuaian susunan pemain kedua tim.
/https://i.s3.glbimg.com/v1/AUTH_1f551ea7087a47f39ead75f64041559a/internal_photos/bs/2026/Z/r/aYbHJRRmOoBpQqG2AH4A/torcedores-do-remo-no-rio-de-janeiro.png)
Pertandingan Flamengo vs Remo di Maracanã pada Kamis malam (19/03/2026) bukan sekadar duel di lapangan: laga pekan ke-7 Campeonato Brasileiro ini diawali dengan aksi besar melawan rasisme, menyaksikan kembalinya Remo ke stadion setelah 23 tahun, dan berlangsung di tengah penyesuaian susunan pemain akibat cedera di sektor bek sayap.
Aksi anti-rasisme membuka laga Flamengo vs Remo
Sebelum bola bergulir, duel antara Flamengo dan Remo diwarnai kampanye anti-rasisme yang melibatkan pemain kedua tim dan suporter di tribun Maracanã. Para pemain melakukan gestur "X" dengan kedua lengan—protokol FIFA yang disarankan bila ada insiden penghinaan rasial—sementara suporter diajak menirukan gerakan tersebut. Lateral kanan Flamengo, Emerson Royal, terlihat meminta suporter untuk mengulangi gerakan itu dari tribun.
Legenda klub Zico turut ambil bagian dalam kampanye tersebut. Dalam video yang disiarkan sebagai bagian dari inisiatif, Zico menyatakan komitmen klub terhadap isu ini: "Como você sabe, o Flamengo quer ser reconhecido como a primeira Nação simbólico-cultural do mundo perante a ONU. Se somos uma Nação, precisamos agir como uma, porque toda Nação tem responsabilidade. Por isso, entramos para o programa futebol pelos ODS da ONU. Mas queremos assumir um compromisso ainda mais claro: dar visibilidade a uma pauta que faz parte da identidade da nossa Nação: a igualdade racial." Pernyataan Zico menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program Flamengo yang lebih luas terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (ODS) dan agenda kesetaraan rasial.
Di tribun, panitia dan suporter juga menampilkan mosaik dan berbagai inisiatif visual untuk menggarisbawahi pesan anti-diskriminasi. Langkah-langkah ini menunjukkan upaya klub untuk menjadikan pertandingan besar bukan hanya soal hasil olahraga, melainkan juga wadah kampanye sosial.
Kembalinya Remo ke Maracanã setelah 23 tahun
Remo kembali menginjak rumput Maracanã untuk pertandingan resmi setelah vakum 23 tahun sejak pertemuan terakhir di stadion legendaris itu pada 2003. Kepulangan klub asal Belém ini ke salah satu arena paling ikonik Brasil bertepatan dengan momentum kebangkitan klub: Remo kembali ke Serie A setelah absen panjang selama 32 tahun, yang membuat lawatan ke Rio de Janeiro menjadi momen bersejarah bagi suporter remista.
Media melaporkan mobilisasi besar-besaran suporter Remo yang datang dari Belém untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertemu Flamengo. Banyak penggemar melihat pertandingan ini sebagai kesempatan langka untuk menyaksikan klubnya berlaga di panggung yang jarang mereka kunjungi selama beberapa dekade. Sektor penonton untuk tamu di Maracanã diperkirakan hampir penuh, mencerminkan antusiasme dan ukuran dukungan yang dibawa Remo ke ibukota negara bagian Rio.
Kembalinya Remo ke Maracanã memberi nuansa istimewa pada pertandingan: di satu sisi ada beban sejarah dan kebanggaan suporter, di sisi lain tantangan olahraga menghadapi salah satu tim terbesar di Brasil.
Susunan pemain: Léo Condé hadapi masalah di sayap, Flamengo juga menurunkan Emerson Royal
Pelatih Remo, Léo Condé, harus merancang starting XI dengan memperhitungkan beberapa desfalques pada posisi bek sayap. Kondisi ini memaksa pelatih untuk melakukan penyesuaian taktis pada skuad yang bertolak dari skema ideal. Media lokal melaporkan bahwa karena absennya pemain di sektor itu, Condé menetapkan susunan pemain yang diharapkan untuk menambal kelemahan di lini pertahanan dan menjaga keseimbangan saat melakukan transisi menyerang.
Di pihak Flamengo, laporan awal pertandingan menyebutkan Emerson Royal sebagai pilihan di posisi bek kanan. Keputusan pelatih Leonardo Jardim untuk memainkan Emerson Royal sebagai starter menunjukkan kepercayaan pada pengalaman dan kemampuan pemain tersebut, baik dalam fase bertahan maupun mendukung serangan sayap. Selain itu, pengaturan tim Flamengo sempat menjadi sorotan media, karena klub menghadirkan kampanye sosial bersamaan dengan tuntutan performa tinggi di kompetisi domestik dan kontinental.
Kedua pelatih datang ke laga ini dengan pertimbangan berbeda: Remo berupaya memaksimalkan momen historis dan suport publik yang besar, sementara Flamengo berusaha menjaga konsistensi hasil dalam jadwal kompetitif yang padat.
Suasana stadion dan implikasi kompetitif
Maracanã pada malam itu menjadi panggung bertabur emosi: dari dukungan massif suporter tamu hingga aksi solidaritas anti-rasisme yang mendapat respons luas. Laga ini sendiri memiliki bobot kompetitif sebagai bagian dari putaran ketujuh Campeonato Brasileiro, sehingga hasilnya berpengaruh pada posisi klasemen dan momentum kedua tim di musim yang baru berjalan.
Bagi Remo, menghadapi Flamengo di stadion sekelas Maracanã adalah ujian kadar sesungguhnya terhadap kesiapan tim di level atas. Bagi Flamengo, pertandingan ini menuntut profesionalisme di lapangan sambil mempertahankan posisi sebagai salah satu kandidat juara domestik. Di luar skor akhir, sorotan besar memang tertuju pada bagaimana klub dan suporter menggunakan platform sepakbola untuk menyuarakan nilai-nilai antirasisme dan inklusi.
Pertandingan dihelat pada pukul 20.00/20.15 waktu Brasil, sesuai jadwal resmi, dan menjadi salah satu momen paling dibicarakan pada pekan tersebut, tidak hanya karena rivalitas olahraga, tetapi juga karena pesan sosial yang kuat yang dikampanyekan sebelum kick-off.
Pertandingan Flamengo vs Remo menegaskan bahwa sepakbola tetap menjadi arena olahraga sekaligus panggung aksi sosial. Kembalinya Remo ke Maracanã dan gerakan anti-rasisme yang mengawali laga menjadi dua tema dominan yang mewarnai malam itu, sementara keputusan susunan pemain dari Léo Condé dan Leonardo Jardim menentukan bagaimana kedua tim berupaya merespons tantangan di lapangan.
Artikel Terkait
Kekalahan Liverpool dan Hasil Lain: Dampak Terbaru pada Premier League Standings
Liverpool menderita kekalahan kesepuluh musim ini dan pemain Cody Gakpo mengaku 'tak habis pikir', sementara Manchester United ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth setelah Harry Maguire diusir wasit.

Alexandra Eala Kembali Berlatih Jelang Rematch Lawan Linette di Miami Open
Alexandra Eala kembali menjalani latihan intensif menjelang rematch melawan Linette di Miami Open, menurut laporan ABS-CBN. Persiapan menjadi sorotan menjelang pertandingan krusial ini.

Fluminense vs Atletico Mineiro: Jadwal, Siaran dan Reuni Arana dengan Mantan Klub
Pertandingan Fluminense vs Atletico Mineiro pada 21 Maret 2026 disiarkan eksklusif di Prime Video. Lateral Guilherme Arana akan bertemu mantan timnya, sementara Atlético-MG melakukan rotasi taktik.
Mario Suryo Aji Catatkan Posisi 3 di FP2 Moto2 Brasil, Vega Eda Melorot di Moto3
Mario Suryo Aji menempati posisi tiga pada FP2 moto2 di seri Brasil, menunjukkan potensi kuat jelang kualifikasi; Vega Eda Pratama harus bekerja keras setelah turun ke P12 di Moto3.