Ekonomi

Goldprice Melonjak Tajam: Emas 24K di Hyderabad Naik Rp 7.000 per 10g di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Goldprice melonjak drastis di pasar Hyderabad pada 1 Maret 2026, dengan emas 24 karat melesat dan perak menunjukkan reli seiring ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Goldprice Melonjak Tajam: Emas 24K di Hyderabad Naik Rp 7.000 per 10g di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Harga goldprice mengalami lonjakan tajam pada awal Maret 2026, dipicu peningkatan ketegangan antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran yang mendorong aliran modal ke aset safe-haven. Di pasar bullion Hyderabad, emas 24 karat tercatat naik ke Rs 1,68,710 per 10 gram, atau naik sekitar Rs 7,140 dalam sehari; sementara emas 22 karat naik menjadi Rs 1,54,650 per 10 gram, menurut pelaporan News18.

Lonjakan goldprice di pasar Hyderabad

Pergerakan harga di Hyderabad menandai salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Menurut laporan News18, emas 24 karat mencatat lonjakan sebesar Rs 7,140 per 10 gram, sedangkan emas 22 karat naik sekitar Rs 6,550 per 10 gram. Media tersebut mencatat bahwa "Gold and silver prices jumped in Hyderabad as Israel-US-Iran tensions rose, pushing investors to safe assets," mengaitkan langsung reli harga logam mulia dengan sentimen geopolitik.

Lonjakan ini tidak hanya tercatat pada harga spot; premi lokal juga melebar, khususnya di kota-kota selatan India yang biasanya memegang permintaan perhiasan lebih tinggi. Kenaikan harian semacam itu menunjukan besarnya reaksi pasar domestik terhadap berita internasional terkait konflik dan ketidakpastian geopolitik.

Pengaruh ketegangan geopolitik pada logam mulia

Kenaikan goldprice dan perak yang paralel menegaskan pola historis: ketika risiko geopolitik meningkat, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai. Laporan-laporan pasar menyebutkan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah—khususnya yang melibatkan Iran, Israel, dan keterlibatan AS—sebagai pemicu sentimen safe-haven.

Sunday Guardian Live melaporkan bahwa perak juga mengalami reli signifikan, mencapai sekitar ₹3.25 lakh per kilogram di India, sementara harga spot internasional bertahan di level sekitar $94.50 per ons. Media itu menulis bahwa "The renewed rally in silver is driven by a combination of factors" dan menambahkan bahwa "the geopolitical escalation adds powerful momentum" bagi kenaikan logam mulia. Ketidakpastian politik dan militer mendorong investor institusional dan ritel untuk menambah porsi emas dan perak dalam portofolio mereka.

Perbedaan harga regional juga mengemuka. Menurut Sunday Guardian Live, rata-rata harga perak nasional berada di kisaran ₹2,95,000 per kilogram, namun kota-kota selatan menunjukkan premi yang lebih tinggi karena kombinasi permintaan budaya dan kebutuhan industri.

Dampak bagi konsumen, pedagang, dan pasar perhiasan

Lonjakan harga emas dan perak langsung dirasakan konsumen dan pedagang perhiasan. Untuk pembeli ritel, kenaikan bullion menambah beban harga akhir karena harga perhiasan umumnya dihitung dari harga dasar logam ditambah biaya pembuatan dan pajak. Sunday Guardian Live menegaskan bahwa harga ritel perak dan perhiasan akan mencakup 3% GST dan biaya pembuatan yang bervariasi, umumnya antara 5% hingga 25% di atas harga dasar.

Bagi pedagang, kenaikan cepat seperti ini memicu penyesuaian premi dan kebijakan stok. Pedagang yang menahan stok pada harga lebih rendah menghadapi risiko margin menyusut, sementara pembuat perhiasan mungkin menunda produksi untuk menunggu stabilisasi harga. Di sisi lain, permintaan emas perhiasan bisa menurun sementara jika konsumen menunggu koreksi harga, namun permintaan investasi—misalnya batangan dan koin—cenderung naik selama periode ketidakpastian.

News18 mencatat bahwa para pakar memperingatkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut: "experts warn prices may climb further," sebuah peringatan yang merefleksikan pandangan pasar bahwa ketegangan geopolitik yang terus berlangsung dapat menjaga level permintaan untuk logam mulia tetap tinggi.

Prospek pasar dan saran bagi investor

Analisis jangka pendek pasar emas dan perak kini sangat dipengaruhi berita geopolitik. Karena faktor pemicu utama bukanlah ekonomi makro domestik melainkan eskalasi konflik internasional, volatilitas jangka pendek diperkirakan tetap tinggi. Investor dan pembeli ritel disarankan menimbang dua hal: tujuan investasi (lindung nilai vs spekulasi) dan waktu masuk pasar.

Sunday Guardian Live merekomendasikan opsi seperti investasi melalui ETF perak atau produk digital yang memungkinkan penempatan dana secara bertahap, misalnya dengan sistem investasi berkala (SIP), untuk mengelola risiko timing: "Investing in silver ETFs or digital silver through systematic investment plans (SIPs) is still a good way to take part in the precious metals uptrend while controlling entry timing risk." Strategi serupa berlaku untuk emas digital dan ETF emas sebagai alternatif kepemilikan fisik yang terpapar pada risiko penyimpanan dan premi lokal.

Untuk investor tradisional yang mempertimbangkan pembelian fisik, penting memerhatikan spread harga, biaya pembuatan, serta pajak yang berlaku. Pedagang dan investor institusional akan memantau perkembangan diplomatik dan militer sebagai indikator utama pergerakan harga jangka pendek.

Ketidakpastian tetap menjadi kata kunci: pasar logam mulia dapat bereaksi cepat terhadap eskalasi atau de-eskalasi berita geopolitik, sehingga pengelolaan risiko dan diversifikasi portofolio tetap penting.

Harga hari ini, sebagaimana dilaporkan media India, menunjukkan bagaimana sentimen global dapat berdampak langsung pada goldprice domestik dan pasar perak—mendorong kenaikan signifikan sekaligus menambah ketidakpastian bagi konsumen dan pedagang lokal.

Dengan kondisi yang masih berkembang dan sinyal peringatan dari analis pasar, pelaku pasar disarankan memantau berita internasional dan melakukan penyesuaian strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing.

#goldprice#emas#perak#harga emas#pasar keuangan

Artikel Terkait