Mason Greenwood Hampir Dijual Marseille, Kebangkitan Akhir Musim Ubah Nasibnya
Mason Greenwood sempat menghadapi ancaman pemindahan dari Marseille setelah gesekan dengan direktur olahraga. Kebangkitan di akhir musim membuat klub mempertimbangkan ulang.

Mason Greenwood hampir menghadapi jalan keluar dari Marseille setelah terjadi gesekan signifikan dengan jajaran manajemen, namun kebangkitan performanya di akhir musim membuat ancaman itu meredup. Laporan menyebut hubungan tegang dengan direktur olahraga Medhi Benatia dan kekhawatiran soal komitmen latihan sempat mendorong klub untuk mempertimbangkan memasukkan namanya ke daftar transfer, sebelum Greenwood membalas di lapangan dengan produktivitas yang memaksa manajemen berpikir ulang.
Konflik internal dan penyebab ketegangan
Investigasi yang dilaporkan La Provence dan dirangkum oleh media olahraga menunjukkan bahwa sumber ketegangan di Marseille berpusat pada penilaian bahwa Greenwood kurang menunjukkan intensitas kerja. Medhi Benatia, selaku direktur olahraga, dikatakan tidak terkesan dengan komitmen sang penyerang dalam sesi latihan dan ketidaksiapannya berkontribusi pada aspek defensif permainan.
Kondisi ini membuat hubungan antara pemain berusia 24 tahun dan struktur klub memburuk hingga ada laporan bahwa Greenwood sengaja menghindari pertemuan dengan Benatia di markas latihan. Ketidakpuasan yang muncul di ruang direksi kemudian merembet ke ruang tim. Pelatih saat itu, Roberto De Zerbi, disebut turut menyuarakan kekhawatiran manajemen atas sikap dan kontribusi taktis Greenwood.
Mason Greenwood nyaris masuk daftar transfer
Akibat ketegangan tersebut, Greenwood nyaris dimasukkan ke dalam daftar pemain yang akan dijual pada periode transfer musim lalu. Salah satu implikasi nyata dari perselisihan itu adalah keputusan untuk tidak memasukkan Greenwood dalam starting XI pada dua laga penting musim lalu, yaitu kontra RC Lens dan Paris Saint-Germain pada bulan Maret.
Selain itu, manajemen dan pelatih reportedly menekankan bahwa jika Greenwood ingin tetap menjadi bagian dari proyek Marseille, dia harus mau mengambil peran defensif tertentu. Permintaan itu adalah bagian dari upaya klub menegakkan disiplin taktik dan komitmen tim. Di tengah kabar transfer yang juga menyebut namanya dalam rangkaian berita terkait bursa pemain, status Greenwood tampak goyah sampai perubahan performa yang tak terduga datang di penghujung musim.
Kebangkitan yang mengubah dinamika di klub
Krisis yang sempat mengancam karier Greenwood di Marseille berubah arah ketika pemain itu kembali dipercaya sebagai starter dan menunjukkan efikasi langsung. Dalam delapan pertandingan liga pamungkas musim lalu, Mason Greenwood mencetak enam gol dan memberikan dua assist — catatan yang menjadi titik balik dalam penilaian manajemen terhadapnya.
Periode produktif ini tidak hanya meningkatkan statistik pribadi Greenwood, tetapi juga memaksa pihak klub untuk mempertimbangkan ulang keputusan mereka. Dari hampir diposisikan sebagai pemain yang akan dijual, Greenwood berhasil menekan manajemen supaya menilai ulang kontribusi dan potensinya dalam skema permainan Marseille.
Reaksi pasar dan laporan transfer
Nama Greenwood juga muncul dalam putaran kabar transfer yang sering memicu spekulasi. Laporan-laporan agregator berita transfer menempatkan Greenwood sebagai salah satu nama yang menimbulkan kejutan dalam lini pemberitaan, meski detail kepindahan konkret tidak terealisasi kala itu. Satu rangkuman berita transfer menyebutkan bahwa Greenwood menjadi sorotan di antara isu-isu lain seperti kesulitan Manchester United dalam pembicaraan kiper, menegaskan bahwa status Greenwood masih cukup menarik bagi media dan pengamat pasar transfer.
Meski begitu, tidak ada indikasi resmi dari Marseille bahwa mereka telah menyelesaikan langkah menjual pemain itu pada jendela transfer terkait. Sebaliknya, kebangkitan performa sang penyerang membuat tekanan untuk melego Greenwood mereda, setidaknya untuk saat itu.
Implikasi jangka pendek bagi Greenwood dan Marseille
Situasi ini menempatkan Greenwood pada titik kritis dalam kariernya: meski bakat ofensifnya jelas, isu disiplin, komitmen latihan, dan kontribusi defensif menjadi perhatian yang harus ditangani jika ia ingin mengokohkan posisi di klub. Bagi Marseille, kasus ini menjadi contoh dilema antara mempertahankan pemain berbakat yang berisiko menimbulkan masalah internal dan mencari keseimbangan tim.
Sikap manajemen yang awalnya siap mempertimbangkan penjualan, namun kemudian menahan diri setelah performa impresif, menunjukkan pendekatan pragmatis: keputusan sporta tak selalu linier antara masalah non-teknis dan kontribusi di lapangan. Seperti dilaporkan, manuver tersebut berujung pada peninjauan ulang atas posisi Greenwood dalam proyek klub.
Hubungan yang sempat retak dengan Medhi Benatia dan tanda-tanda ketegangan dengan staf pelatih menjadi poin yang harus diselesaikan agar kerja sama jangka panjang bisa dibangun kembali. Jika masalah non-teknis tidak terselesaikan, ancaman spekulasi transfer kemungkinan akan kembali muncul di musim berikutnya.
Mason Greenwood sekarang menghadapi tugas ganda: mempertahankan momentum gol dan bantuan yang sudah ia tunjukkan serta memperbaiki impresi soal komitmen dan peran tim agar potensi konflik di masa depan bisa diminimalkan.
Di tengah spekulasi pasar transfer dan sorotan media, masa depan Greenwood di Marseille tetap bergantung pada kombinasi performa di lapangan dan hubungan profesional yang dibangun dengan manajemen dan tim pelatih. Laporan-laporan yang ada mencatat bagaimana satu periode produktif mampu meredam isu besar, namun pertanyaan soal konsistensi profesionalisme dan kesiapan taktis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh sang pemain dan klubnya.
Artikel Terkait
Kekalahan Liverpool dan Hasil Lain: Dampak Terbaru pada Premier League Standings
Liverpool menderita kekalahan kesepuluh musim ini dan pemain Cody Gakpo mengaku 'tak habis pikir', sementara Manchester United ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth setelah Harry Maguire diusir wasit.

Alexandra Eala Kembali Berlatih Jelang Rematch Lawan Linette di Miami Open
Alexandra Eala kembali menjalani latihan intensif menjelang rematch melawan Linette di Miami Open, menurut laporan ABS-CBN. Persiapan menjadi sorotan menjelang pertandingan krusial ini.

Fluminense vs Atletico Mineiro: Jadwal, Siaran dan Reuni Arana dengan Mantan Klub
Pertandingan Fluminense vs Atletico Mineiro pada 21 Maret 2026 disiarkan eksklusif di Prime Video. Lateral Guilherme Arana akan bertemu mantan timnya, sementara Atlético-MG melakukan rotasi taktik.
Mario Suryo Aji Catatkan Posisi 3 di FP2 Moto2 Brasil, Vega Eda Melorot di Moto3
Mario Suryo Aji menempati posisi tiga pada FP2 moto2 di seri Brasil, menunjukkan potensi kuat jelang kualifikasi; Vega Eda Pratama harus bekerja keras setelah turun ke P12 di Moto3.