Persipura Vs Barito Putera: Laga Penentuan Kasta di Lukas Enembe, Darmawan Andalkan Bima Ragil dan Williams Lugo
Persipura menjamu Barito Putera di Stadion Lukas Enembe pada 15 Februari 2026 dalam laga yang disebut penentuan kasta. BDC mengajak suporter merahkan stadion, sementara Rahmad Darmawan memainkan dua rekrutan baru sebagai starter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/15-Februaroi-2026-Persipura-vs-Barito.jpg)
Persipura akan menjamu Barito Putera di Stadion Lukas Enembe pada Minggu, 15 Februari 2026, dalam pertandingan yang dipandang sebagai laga penentuan kasta tim tersebut di kompetisi Liga 2 putaran ketiga grup Timur. Pertandingan yang dimulai pukul 15.30 WIT ini ditopang seruan dari BDC kepada pendukung untuk memenuhi stadion dan "merahkan Stadion LE", menandai harapan besar bagi tim tuan rumah untuk meraih hasil krusial.
Persipura vs Barito Putera: Laga penentu kasta
Pertandingan antara Persipura dan Barito Putera mendapat sorotan karena implikasinya bagi posisi Persipura di klasemen dan nasib mereka di kompetisi musim ini. Laporan Tribun Papua menyebutkan bahwa laga itu menjadi "laga penentuan kasta Persipura", sehingga atmosfer di Stadion Lukas Enembe diprediksi akan penuh tekanan sekaligus harapan. Kick-off dijadwalkan pukul 15.30 WIT, dan manajemen klub serta kelompok suporter menyerukan dukungan penuh.
BDC dan seruan "merahkan Stadion LE"
Kelompok suporter BDC (sebutan dalam laporan lokal) mengeluarkan seruan agar pendukung memenuhi Stadion Lukas Enembe dan mengenakan atribut merah untuk mendukung Persipura. Sebagaimana dilaporkan, mereka menyerukan untuk "merahkan Stadion LE" sebagai bentuk dorongan moral bagi pemain tuan rumah. Inisiatif suporter ini dipandang penting mengingat atmosfer penuh di stadion dapat memberi energi tambahan bagi Persipura dalam laga yang berimpikasi besar.
Formasi: Bima Ragil dan Williams Lugo langsung starter
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, melakukan kejutan taktis dengan menempatkan dua rekrutan barunya, Bima Ragil dan Williams Lugo, sebagai starter sejak menit pertama. Laporan Cepos Online menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan kepercayaan pelatih kepada kedua pemain untuk memberikan kontribusi di momen krusial.
Menurut laporan tersebut, Bima Ragil diplot memperkuat lini tengah, masuk menggantikan posisi Takuya Matsunaga, sementara Williams Lugo diharapkan menambah daya gedor di lini serang. Sementara itu, nama Vicktor Mansaray tidak masuk dalam daftar sebelas pemain pertama dan ditetapkan sebagai cadangan. Keputusan menurunkan pemain-pemain anyar sejak awal mencerminkan upaya tim untuk mencari kombinasi permainan yang mampu membuka jalan meraih tiga poin penting.
Tekanan, dukungan, dan skenario hasil
Dengan predikat "laga penentuan", tekanan terhadap Persipura tidak dapat dihindari. Namun, dukungan penuh dari suporter yang memenuhi Stadion Lukas Enembe dan menyerukan warna merah diharapkan menjadi faktor psikologis yang menguntungkan tim tuan rumah. Dari sisi taktik, penempatan Bima Ragil di lini tengah dan kehadiran Williams Lugo di depan memberi gambaran bahwa Persipura berupaya menyeimbangkan kontrol permainan dan intensitas serangan.
Bagi Barito Putera, perjalanan ke Jayapura berarti menghadapi atmosfer berat di stadion tuan rumah. Hasil pertandingan ini bisa menentukan arah musim Persipura—apakah mereka akan bisa mempertahankan peluang promosi atau justru menghadapi ancaman degradasi dari target awal. Karena itu, detail pelaksanaan pertandingan, termasuk kesiapan pemain cadangan seperti Mansaray, menjadi bahan pengamatan bagi pengamat dan suporter.
Catatan pertandingan dan pengaruh jangka pendek
Pertandingan di Stadion Lukas Enembe bukan sekadar duel antar klub; ia membawa konsekuensi langsung terhadap posisi Persipura dalam klasemen putaran ketiga grup Timur Liga 2. Keputusan pelatih Rahmad Darmawan menurunkan pemain baru sejak awal merupakan sinyal bahwa tim mengincar performa agresif dan inisiatif permainan sejak menit awal. Laporan media lokal merekam perkembangan susunan pemain dan dinamika jelang kick-off, yang menjadi sorotan utama publik Jayapura dan warga suporter klub.
Sementara itu, himbauan BDC agar suporter "merahkan Stadion LE" mempertegas bahwa dukungan massa dipandang sebagai komponen penting dalam naskah pertandingan rumah Persipura. Energi dukungan suporter diharapkan mampu mengangkat performa tim pada momen-momen krusial di lapangan.
Pertandingan Persipura kontra Barito Putera pada 15 Februari 2026 pun menjadi titik fokus bagi semua pihak yang terlibat—manajemen klub, pelatih, pemain, dan suporter. Hasilnya akan dinilai tidak hanya dari skor akhir, tetapi juga dari bagaimana tim merespons tekanan, memanfaatkan dukungan penonton, dan mengeksekusi rencana permainan yang telah disiapkan oleh staf kepelatihan.
Dalam kondisi ini, semua mata tertuju pada Stadion Lukas Enembe sore itu; apakah Persipura mampu memaksimalkan dukungan dan taktik baru untuk menjaga kans mereka tetap hidup, atau Barito Putera yang akan meredam ambisi tuan rumah. Laporan resmi dan rekaman pertandingan akan menjadi rujukan berikutnya untuk menilai langkah Persipura ke depan.
Artikel Terkait

Janice Tjen Hadapi Ujian Berat di Dubai Championships 2026: Jadwal, Lawan, dan Peluang
Janice Tjen akan menghadapi Dayana Yastremska pada babak pertama Dubai Championships 2026, laga yang diprediksi ketat mengingat perbedaan peringkat dan rangkaian turnamen sebelumnya.
/data/photo/2025/09/20/68cde4ac5ebdc.jpeg)
Persija vs Bali United: Jelang Laga di I Wayan Dipta, Kondisi Pemain Jadi Sorotan
Pertandingan Persija vs Bali berlangsung Minggu 15 Februari 2026 dengan isu kebugaran pemain Bali United dan tekad Persija untuk bangkit. Pelatih Bali sebut beberapa pemain sakit.

Deportivo Pasto 1-1 Internacional de Bogotá: Larry Vásquez Selamatkan Imbang di Libertad
Deportivo Pasto ditahan imbang 1-1 oleh Internacional de Bogotá pada laga Liga BetPlay 14 Februari 2026. Gol bunuh diri Carlos Vivas dan penyama Larry Vásquez menjadi penentu.

Mengapa 'Fabrizio Romano' Jadi Trending Saat Krisis Manajerial Tottenham
Fabrizio Romano kembali jadi sorotan kala Tottenham memecat Thomas Frank. Artikel ini mengurai mengapa jurnalis transfer kerap jadi rujukan saat krisis manajerial dan bagaimana situasi Spurs memperkuat peran itu.