Reinier de Ridder Mengaku Sempat Meragukan Karier Setelah Komplikasi Kesehatan Pasca-UFC Vancouver
Reinier de Ridder mengaku sempat berpikir 'it might be over' setelah mengalami anemia parah dan masalah medis usai tampil di UFC Vancouver, sebelum kalah oleh Caio Borralho di UFC 326.

Reinier de Ridder dan dampak medis pasca-UFC Vancouver
Kisah kebangkitan dan kemunduran Reinier de Ridder menjadi sorotan setelah petarung Belanda itu terbuka mengenai kondisi kesehatannya. Menurut wawancara yang dilaporkan MMA Fighting pada saat UFC 326 Media Day, de Ridder mengatakan, "Just on all levels, my bloodwork, everything was in the trash... severe anemia, very, very low red blood cell count. Just worked my body to shit, basically." Pernyataan itu menegaskan seberapa parah masalah fisik yang dia alami.
Masalah medis ini tidak cuma berdampak pada performa di satu laga. De Ridder mengakui bahwa jadwal padat—bertarung lima kali dalam 11 bulan—menguras tubuhnya hingga batas kritis. Kondisi tersebut juga menjelaskan adegan ketika dia terlihat kewalahan dan sempat roboh dalam pertarungan di UFC Vancouver pada Oktober lalu, sebuah momen yang memicu kekhawatiran publik dan media tentang kelangsungan kariernya.
Perjalanan kompetitif: dari momentum awal ke kekalahan di UFC 326
Sebelum masalah kesehatan ini mencuat, Reinier de Ridder datang ke UFC dengan reputasi cemerlang. Sebagai mantan juara dua divisi di ONE Championship, ia membuat gebrakan sejak menandatangani kontrak dengan UFC pada 2024 dengan meraih empat kemenangan beruntun, termasuk kemenangan atas mantan juara Robert Whittaker. Kumulasi hasil itu menempatkan de Ridder di ambang pertarungan gelar.
Namun momentum tersebut terhenti setelah kekalahan di Vancouver, dan ketegangan fisik yang mengikuti tampak berlanjut hingga UFC 326. Di acara yang digelar pada awal Maret 2026, de Ridder bertemu Caio Borralho dan kalah lewat keputusan bulat. Rekaman wawancara pasca-pertarungan di laman resmi UFC menunjukkan reaksi Borralho terkait kemenangan itu, menandai bahwa pertandingan tersebut memang dimenangkan oleh strategi dan stamina lawan.
Latar belakang Borralho sendiri mendapat sorotan di sejumlah liputan, yang menyebutnya sebagai figur dengan julukan "King of the Nerds" — gambaran yang menyorot pendekatan taktis dan kecermatan teknisnya dalam persiapan menuju laga melawan de Ridder. Pertemuan kedua petarung ini sekaligus menjadi ujian bagi de Ridder: bukan sekadar soal catatan kemenangan, tetapi juga kesiapan fisik dan kapasitas pemulihan setelah serangkaian laga berat.
Dampak psikologis dan keraguan tentang masa depan
Dalam pengakuannya, de Ridder tidak menyembunyikan kegelisahan mengenai masa depan kariernya. Ungkapan bahwa ia sempat berpikir "it might be over" (saya sempat berpikir mungkin ini sudah berakhir) mencerminkan beban mental yang kerap menyertai masalah medis atlet tingkat tinggi. Ketika hasil pemeriksaan darah menunjukkan anemia parah dan jumlah sel darah merah sangat rendah, konsekuensi fisiologisnya jelas memengaruhi daya tahan dan kapasitas pemulihan—dua hal krusial dalam MMA.
Selain aspek fisik, tekanan publik dan ekspektasi setelah serangkaian kemenangan awal membuat situasi de Ridder semakin rumit. Dari sudut pandang olahraga profesional, periode pemulihan yang terburu-buru dapat berisiko memperpanjang cedera atau menimbulkan masalah baru. Sumber-sumber yang mengutip pernyataan de Ridder menekankan bahwa kondisi kesehatannya bukan masalah satu malam; efeknya berlanjut lama setelah pertarungan di Vancouver.
Apa yang bisa diharapkan selanjutnya untuk de Ridder?
Secara faktual, de Ridder telah mengakui perlunya perhatian medis dan pemulihan yang serius. Langkah konkret yang sudah jelas adalah evaluasi medis yang menyeluruh—sesuatu yang tampaknya sudah dilakukan mengingat hasil pemeriksaan darah yang dia sebutkan. Di luar itu, pilihan jalan kariernya ke depan dapat melibatkan jeda kompetisi untuk rehabilitasi, pengaturan ulang jadwal laga agar tidak kembali terjebak dalam ritme terlalu sering bertanding, serta pemantauan kesehatan jangka panjang.
Dari perspektif olahraga, sebuah comeback tetap mungkin jika penanganan kesehatan dilakukan dengan disiplin dan realistis. Namun, seperti yang diakui de Ridder sendiri, proses itu memerlukan waktu dan kesabaran, serta penyesuaian strategi manajemen karier agar tidak mengulang pola overload seperti yang terjadi sebelumnya.
Reinier de Ridder datang ke UFC dengan beban harapan besar setelah prestasinya di ONE Championship, tetapi perjalanan di divisi baru juga bergaris tegas oleh realitas fisik olahraga kontak. Pengakuan terbuka tentang kondisi kesehatannya menjadi pengingat bahwa performa di oktagon dipengaruhi oleh faktor di luar teknik dan taktik.
Di tengah perhatian media dan publik, fokus utama sekarang adalah pemulihan dan keputusan terpadu antara de Ridder, tim medis, dan manajemennya. Apakah itu berarti jeda kompetisi untuk memulihkan kondisi fisik sepenuhnya atau penyesuaian rencana pertarungan, hanya waktu dan langkah-langkah medis yang akan menentukan arah kariernya berikutnya. Bagi penggemar MMA, perjalanan de Ridder ke depan akan menjadi salah satu cerita yang layak diikuti: apakah ia mampu kembali ke puncak setelah menghadapi masalah kesehatan serius, ataukah periode ini menandai titik balik yang memaksa perubahan besar dalam kariernya?
Artikel Terkait
Kekalahan Liverpool dan Hasil Lain: Dampak Terbaru pada Premier League Standings
Liverpool menderita kekalahan kesepuluh musim ini dan pemain Cody Gakpo mengaku 'tak habis pikir', sementara Manchester United ditahan imbang 2-2 oleh Bournemouth setelah Harry Maguire diusir wasit.

Alexandra Eala Kembali Berlatih Jelang Rematch Lawan Linette di Miami Open
Alexandra Eala kembali menjalani latihan intensif menjelang rematch melawan Linette di Miami Open, menurut laporan ABS-CBN. Persiapan menjadi sorotan menjelang pertandingan krusial ini.

Fluminense vs Atletico Mineiro: Jadwal, Siaran dan Reuni Arana dengan Mantan Klub
Pertandingan Fluminense vs Atletico Mineiro pada 21 Maret 2026 disiarkan eksklusif di Prime Video. Lateral Guilherme Arana akan bertemu mantan timnya, sementara Atlético-MG melakukan rotasi taktik.
Mario Suryo Aji Catatkan Posisi 3 di FP2 Moto2 Brasil, Vega Eda Melorot di Moto3
Mario Suryo Aji menempati posisi tiga pada FP2 moto2 di seri Brasil, menunjukkan potensi kuat jelang kualifikasi; Vega Eda Pratama harus bekerja keras setelah turun ke P12 di Moto3.