Ekonomi

TradingView: Tekanan Jual Bitcoin Picu Kerugian $128 Miliar, RSI Mingguan Catat Rekor Rendah

TradingView melaporkan tekanan jual Bitcoin yang memperdalam tren bearish dengan kerugian sekitar $128 miliar. RSI mingguan mencatat level terendah, sementara outflows ETF $3,8 miliar menguji support $60.000.

TradingView: Tekanan Jual Bitcoin Picu Kerugian $128 Miliar, RSI Mingguan Catat Rekor Rendah

Tekanan jual yang tercatat oleh TradingView menempatkan Bitcoin dalam fase koreksi tajam; platform itu menyebut aksi jual memicu kerugian sekitar $128 miliar dan memperdalam tren bearish yang sudah berlangsung, sementara indikator teknikal seperti RSI mingguan menunjukkan pembacaan sangat lemah.

Tekanan jual menurut TradingView

Laporan dari TradingView menyorot bahwa aksi jual massif baru-baru ini telah menimbulkan kerugian pasar senilai sekitar $128 miliar, sebuah sinyal bahwa sentimen pasar kini didominasi pengurangan risiko. Headline analisis TradingView menyatakan "Bitcoin sell-off triggers $128 billion loss; bearish trend deepens," yang menggambarkan tekanan yang dirasakan oleh aset kripto utama itu.

Angka-angka tersebut sesuai dengan gambaran pasar luas: BTC mengalami penurunan signifikan dari puncak sebelumnya, dan volatilitas meningkat seiring likuiditas yang menipis. TradingView — yang banyak digunakan trader untuk memantau grafik dan indikator teknikal — menjadi rujukan penting untuk mengukur intensitas tekanan jual ini.

RSI mingguan, level support, dan tanda peringatan teknikal

Analisis teknikal independen yang dipublikasikan oleh platform pasar lain menegaskan kondisi yang sama: RSI mingguan Bitcoin berada pada level terendah yang tercatat, menandakan lemahnya kekuatan tren. Laporan pada 1 Maret 2026 menyebutkan "Record-Low Weekly RSI," sebuah peringatan bahwa momentum turun cukup kuat.

Selain itu, level support kunci yang dipantau pelaku pasar adalah sekitar $60.000, dengan moving average jangka panjang (200-week MA) berada dekat $58.500. Menurut analisis yang dikutip, jika harga menutup di bawah 200-week MA, kasus untuk rebound cepat akan melemah. Rentang perdagangan intraday terakhir yang disebutkan berkisar antara sekitar $63.000 hingga $68.000, sementara level resistance jangka menengah terlihat antara $68.000–$72.000.

Ketika indikator seperti RSI menunjukkan pembacaan yang sangat rendah namun harga belum menyentuh level support kritis, banyak trader memilih memperketat manajemen risiko: menurunkan ukuran posisi, menghindari leverage tinggi, dan menunggu konfirmasi pembalikan tren sebelum menambah eksposur.

Aliran dana ETF: $3,8 miliar outflow dan implikasi likuiditas

Salah satu faktor fundamental yang turut menekan harga adalah aliran dana dari produk spot Bitcoin ETF. Laporan per 27–28 Februari 2026 mencatat sekitar $3,8 miliar net outflows dari ETF spot Bitcoin selama sekitar lima minggu terakhir. Data ini disorot sebagai faktor yang mengurangi likuiditas di pasar spot dan menambah tekanan jual harga.

Outflow sebesar itu, jika berlanjut, dapat memperdalam penurunan harga karena menjual aset dasar untuk memenuhi penarikan dana. Laporan pasar menyebutkan bahwa tekanan likuiditas dari ETF ini merupakan salah satu penyebab mengapa support di sekitar $60.000 dan area 200-week MA menjadi sangat penting bagi pedagang dan investor institusional.

Pandangan analis: repricing jangka panjang atau kesempatan akumulasi?

Para analis pasar kini terbelah. Beberapa menyatakan bahwa penurunan ini merupakan bagian dari "structural regime shift" — perubahan cara pasar menilai risiko — sehingga repricing jangka panjang untuk aset berisiko seperti Bitcoin mungkin sedang berlangsung. CoinDesk melaporkan bahwa "Bitcoin is on pace for a fifth straight monthly loss, its worst such streak since 2018," menandai kemungkinan berlanjutnya fase bearish jika kondisi pasar makro dan aliran modal berubah tidak mendukung.

Di sisi lain, beberapa pengamat melihat sentimen yang sangat negatif dan akumulasi tersebar sebagai tanda bahwa pembalikan tajam bisa terjadi jika level resistance kunci direbut kembali. Dalam konteks ini, penurunan yang dalam dapat menjadi kesempatan bagi investor jangka panjang untuk membeli di harga lebih rendah, asalkan likuiditas pasar membaik dan indikator teknikal menunjukkan pembalikan yang meyakinkan.

Analisis yang disiarkan juga menekankan pentingnya manajemen risiko: gunakan level-level teknikal sebagai panduan, batasi penggunaan leverage, dan tunggu konfirmasi sebelum meningkatkan eksposur pada BTC.

Apa yang perlu diperhatikan pelaku pasar Indonesia

Bagi investor dan trader di Indonesia yang memantau harga melalui platform seperti TradingView, beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan adalah indikator teknikal utama (RSI, moving averages), level support/resistance jangka menengah, serta aliran dana institusional melalui ETF yang memengaruhi likuiditas global. Peristiwa outflow ETF sebesar $3,8 miliar dan kemungkinan pencapaian lima bulan beruntun penurunan sejak 2018 menjadi sinyal bahwa volatilitas bisa tetap tinggi dalam jangka pendek.

Trader jangka pendek disarankan mempertimbangkan pengelolaan risiko konservatif — misalnya memperkecil ukuran posisi dan mengatur stop-loss yang ketat — sementara investor jangka panjang harus menilai tujuan investasi dan toleransi risiko sebelum menambah posisi.

Pasar kripto tetap dipengaruhi kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Sinyal teknikal seperti RSI dan 200-week MA perlu dibaca bersamaan dengan aliran modal institusional, termasuk perilaku pemegang ETF, agar keputusan perdagangan lebih terinformasi.

Sentimen pasar mungkin akan semakin dipengaruhi oleh rilis data makro, pergerakan pasar saham AS, serta perkembangan regulasi kripto global. Pergerakan harga jangka pendek kemungkinan masih dipengaruhi oleh likuiditas dan tekanan jual, sementara peluang akumulasi dapat muncul jika level support kunci bertahan dan aliran dana kembali positif.

TradingView dan platform analitik lain tetap menjadi alat utama bagi komunitas trader untuk memantau grafik, indikator, dan berita yang bergerak cepat. Dalam situasi pasar seperti sekarang, kombinasi data teknikal, informasi aliran dana, dan disiplin manajemen risiko menjadi penentu utama keberhasilan strategi perdagangan.

Pasar terus bergerak, dan bagi pelaku pasar yang mengandalkan TradingView, pemahaman mendalam terhadap level-level teknikal serta berita aliran dana institusional akan menjadi kunci untuk navigasi di tengah volatilitas yang meningkat.

#tradingview#bitcoin#cryptocurrency#ETF outflows#RSI

Artikel Terkait