Nasional

Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal

Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal

Shalat ied 2026 akan menjadi momen kenegaraan di Jakarta: Masjid Istiqlal dijadwalkan menggelar Salat Idulfitri pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang menurut sejumlah laporan akan dihadiri pejabat tinggi negara, sementara Balai Kota DKI Jakarta menyelenggarakan Salat Id tersendiri dengan khatib yang sudah ditetapkan. Informasi ini disampaikan oleh pihak kementerian dan pemerintah daerah seiring persiapan acara dan penunjukan khatib-imam.

Shalat Ied 2026 di Istiqlal: jadwal, tokoh, dan suasana kenegaraan

Beberapa media melaporkan Masjid Istiqlal sebagai lokasi shalat Id tingkat kenegaraan pada 21 Maret 2026. Menurut Kompas TV, pelaksanaan Salat Id di Istiqlal akan dimulai pukul 07.00 WIB dan dijadwalkan dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kompas TV juga menyebutkan Presiden Prabowo Subianto berencana bertolak ke Aceh pada Hari Raya sehingga tidak hadir di Istiqlal.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi keterangan di Masjid Istiqlal terkait persiapan shalat Id. Menag menyebutkan bahwa masjid telah mempersiapkan pelaksanaan, termasuk penunjukan khatib dan imam. Mengenai kehadiran pejabat, Menag mengatakan: "Dan yang biasa akan hadir di sini insyaallah yang pasti wapres, kemudian juga Pak Jokowi, kemungkinan juga Pak Jusuf Kalla dan para menteri, para pejabat tinggi yang lain," menurut laporan Kumparan.

Persiapan, imam, dan khatib: catatan perbedaan laporan

Laporan media mencatat persiapan teknis dan penunjukan pimpinan salat, namun ada perbedaan dalam penamaan imam dan khatib antar sumber. Kumparan melaporkan bahwa khatib berasal dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang disebut sebagai Dr. Husni oleh Menag. Sementara Kompas TV menyebutkan imam adalah Kiai Haji Ahmad Husni Ismail dan khatib adalah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Profesor Noorhaidi Hasan.

Perbedaan penamaan ini menunjukkan adanya laporan yang belum sepenuhnya seragam di lintas media terkait penunjukan resmi yang mungkin berubah atau disampaikan dari sumber berbeda. Kementerian Agama menyatakan persiapan telah dilakukan, namun detail final biasanya dipastikan oleh panitia pelaksana setempat menjelang hari H.

Balai Kota Jakarta gelar Salat Id: khatib dan rangkaian lokal

Di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar Salat Id di halaman Balai Kota. Kompas.com melaporkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin akan mengikuti shalat tersebut. Pramono menyatakan, "Besok akan Shalat Id di halaman Balai Kota. Rencananya khatibnya Bapak K.H. Ma'ruf Amin," menurut pernyataannya yang dikutip Kompas.

Usai Salat Id di Balai Kota, Pramono menyebut akan menggelar acara halalbihalal dan berkunjung ke sejumlah lokasi sebagai bagian dari tradisi pasca-idul fitri. Laporan juga mencatat bahwa rangkaian perayaan Idul Mubarak di Jakarta mencapai puncaknya dengan acara tabligh dan kegiatan massa seperti Jakarta Bedug Kolosal yang menarik ribuan warga, meski sempat diguyur hujan.

Makna kebersamaan dan toleransi menurut pejabat agama

Menag Nasaruddin Umar menekankan nuansa kebersamaan musim perayaan tahun ini karena rangkaian hari besar agama yang berdekatan. Dalam pernyataannya di Istiqlal, ia menyebut Ramadan kali ini istimewa karena berdekatan dengan perayaan Imlek, Nyepi, dan Paskah. Menag berharap rangkaian perayaan lintas agama tersebut "memberikan energi positif untuk menciptakan keluhuran budi pekerti, ya, untuk menciptakan ketenangan batin, dan kita produktif untuk membangun bangsa kita demi anak cucu kita masa yang akan datang," menurut laporan Kumparan.

Pesan serupa tampak di level daerah, di mana penyelenggara upacara shalat Id membuka ruang untuk pertemuan antarwarga dan kegiatan halalbihalal sebagai penguatan sosial pasca-Ramadan.

Pelaksanaan Salat Id di Istiqlal dengan status acara kenegaraan serta pelaksanaan serupa di Balai Kota memperlihatkan dua dimensi penyelenggaraan hari raya di Jakarta: satu yang bersifat nasional dan formal dengan kehadiran pejabat negara, dan satu lagi yang bersifat lokal serta melibatkan kepala daerah dan masyarakat setempat. Media melaporkan kesiapan lokasi dan daftar tokoh yang dijadwalkan hadir, namun beberapa detail teknis seperti penunjukan khatib-imam mengalami variasi pelaporan antar sumber.

Menjelang Hari Raya, panitia di masing-masing lokasi diimbau melakukan koordinasi akhir agar jadwal, pengumuman imam/khatib, dan pengaturan jamaah berjalan lancar. Bagi masyarakat yang akan hadir, informasi resmi dari panitia masing-masing lokasi menjadi acuan utama.

#shalat ied 2026#Istiqlal#Balai Kota Jakarta#Gibran Rakabuming#Ma'ruf Amin

Artikel Terkait