Azan Magrib DKI Jakarta 14–15 Maret 2026: Waktu Buka Puasa 18.09 WIB dan Anjuran Menyegerakan Berbuka
Azan magrib untuk wilayah DKI Jakarta pada 14–15 Maret 2026 ditetapkan pukul 18.09 WIB. Simak jadwal lengkap waktu salat dan anjuran menyegerakan berbuka selama Ramadan.

Azan magrib untuk wilayah DKI Jakarta pada pertengahan Ramadhan 1447 H/2026 M tercatat berkumandang pada pukul 18.09 WIB, menandai saat berbuka puasa bagi umat Islam di ibu kota. Jadwal ini mengacu pada data yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dan dikutip oleh sejumlah media nasional sebagai acuan imsakiyah harian.
Jadwal salat dan buka puasa di Jakarta
Berdasarkan jadwal imsakiyah yang dipublikasikan media nasional dan merujuk pada data Kemenag, rangkaian waktu salat untuk DKI Jakarta pada tanggal 14–15 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
- Imsak: 04.33 WIB
- Subuh: 04.43 WIB
- Terbit: 05.54 WIB
- Duha: 06.21 WIB
- Dzuhur: 12.05 WIB
- Ashar: 15.11–15.12 WIB (tercatat variasi 1 menit pada beberapa sumber)
- Magrib (buka puasa): 18.09 WIB
- Isya: 19.17–19.18 WIB
Beberapa perbedaan minor antar publikasi, seperti selisih 1 menit pada waktu Ashar atau Isya, biasanya disebabkan pembulatan atau metode perhitungan lokal. Namun, kedua sumber utama yang mengutip data Kemenag konsisten menetapkan waktu Magrib di 18.09 WIB, sehingga jadwal tersebut menjadi acuan bagi masyarakat Jakarta dalam menyegerakan berbuka.
Azan Magrib: Waktu dan anjuran menyegerakan berbuka
Waktu azan magrib bukan hanya penanda pergantian waktu salat, tetapi juga momen sekaligus keharusan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa. Media yang mengutip Kemenag menegaskan bahwa umat dianjurkan untuk segera berbuka ketika Magrib tiba, sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Seperti dikutip dalam salah satu sumber, "Waktu azan Magrib sekaligus penanda berbuka puasa ... jatuh pada pukul 18.09 WIB."
Dalil yang sering dikutip mengenai anjuran menyegerakan berbuka terdapat dalam hadits: "Dan segeralah berbuka, karena sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim). Praktik umum yang dianjurkan adalah membaca doa berbuka, mengawali dengan makanan atau minuman manis secukupnya, lalu melaksanakan salat Magrib.
Sumber data dan akurasi jadwal
Jadwal yang beredar di publik mengacu pada data resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Media nasional seperti MetroTV dan Republika memublikasikan imsakiyah harian berdasarkan rujukan tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan.
Petinggi Kemenag dan pihak pengelola jadwal imsakiyah biasanya menggunakan metode perhitungan astronomis yang mempertimbangkan posisi matahari, ketinggian horizon, dan parameter wilayah administratif. Karena itu, warga dianjurkan untuk selalu memantau jadwal imsakiyah yang spesifik untuk domisili masing-masing—termasuk perbedaan zona waktu atau pembulatan menit—agar ibadah dilaksanakan dengan tepat.
Menyambut Magrib: Praktik, etika, dan kegiatan pasca-berbuka
Selain menyegerakan berbuka, ada sejumlah kebiasaan dan etika yang umum dilakukan saat azan magrib berkumandang. Praktik tradisional meliputi: memulai berbuka dengan doa, mengonsumsi sesuatu yang manis seperti kurma atau air untuk mengembalikan tenaga sejenak, kemudian melaksanakan salat Magrib berjamaah jika memungkinkan.
Beberapa sumber media juga menganjurkan agar waktu setelah berbuka atau seusai salat Magrib diisi dengan kegiatan positif seperti membaca Alquran. Republika menyoroti pentingnya memanfaatkan sore dan malam Ramadan untuk memperkuat ibadah, membaca kitab suci, dan mempererat silaturahmi keluarga.
Di tengah kebiasaan modern—seperti pemantauan jadwal lewat aplikasi dan media daring—masyarakat tetap disarankan menjaga adab saat berbuka di tempat umum, memperhatikan protokol kesehatan bila diperlukan, dan memastikan makanan berbuka tersedia sehat serta cukup.
Catatan praktis bagi warga Jakarta
- Pastikan mengikuti jadwal imsakiyah yang dikeluarkan untuk wilayah domisili; jadwal nasional bisa berbeda sedikit dari jadwal lokal.
- Segera berbuka saat azan magrib terdengar: selain sunnah, ini juga mencegah kebingungan waktu saat selisih menit muncul antar sumber.
- Gunakan sumber resmi seperti pengumuman dari Kementerian Agama atau kanal imsakiyah terpercaya untuk keakuratan jangka panjang.
Azan magrib pada 14–15 Maret 2026 menjadi momen penting bagi umat Muslim di Jakarta untuk menutup hari puasa dengan penuh syukur. Dengan berpegang pada jadwal resmi dan anjuran agama—termasuk menyegerakan berbuka—masyarakat dapat menjalani sisa Ramadan dengan tertib dan khusyuk sambil memanfaatkan waktu malam untuk ibadah tambahan dan refleksi spiritual.
Artikel Terkait

5 Berita Menjelang Lebaran: Remisi, Tiket Kereta, Harga Emas, Cadangan BBM, dan Polemik 'Rp 8 Miliar'
Menjelang Lebaran muncul puluhan sorotan: remisi untuk 1.086 warga binaan, penjualan tiket kereta 84,5%, harga emas Antam stabil, cadangan BBM aman, serta perbandingan mobil Rp 8 miliar.

Airlangga Umumkan WFH untuk ASN, Swasta Diimbau Terapkan Setelah Lebaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH berlaku untuk ASN dan mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah Lebaran. Keputusan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan aktivitas pemerintahan dan keselamatan publik.
Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal
Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Apakah Sholat Idulfitri Wajib Jika Bertepatan dengan Jumat? Penjelasan Muhammadiyah dan Dasar Hadis
Ketika Idulfitri bertepatan dengan Jumat, pertanyaan apakah sholat idul fitri wajib kerap muncul. Muhammadiyah menjelaskan dasar hadis dan merekomendasikan salat Jumat tetap dijalankan.