BMKG Catat Dua Gempa Terkini di Sulawesi Utara: M4,0 di Sitaro dan M5,9 di Sangihe
BMKG melaporkan dua gempa terkini di Sulawesi Utara: magnitudo 4,0 mengguncang Ondong, Kep. Sitaro pada 27 Februari, dan magnitudo 5,9/5,7 di Kepulauan Sangihe pada 1 Maret. Analisis menunjukkan mekanisme thrust dan tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat dua gempa terkini yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dalam rentang beberapa hari: gempa bermagnitudo 4,0 pada 27 Februari 2026 di perairan sekitar Ondong, Kepulauan Sitaro, dan gempa magnitudo 5,9 (pembaruan magnitudo 5,7) pada 1 Maret 2026 di kawasan Kepulauan Sangihe. Kedua kejadian ini terjadi di laut dan berdasarkan pemodelan awal tidak menimbulkan potensi tsunami.
Gempa Terkini: Kronologi Singkat
Peristiwa pertama tercatat pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 06:06:26 WIB ketika BMKG melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 4,0 dengan episenter terletak di 2,38 Lintang Utara dan 126,16 Bujur Timur. Pusat gempa dilaporkan sekitar 97 km di tenggara Ondong, Kepulauan Sitaro, pada kedalaman sekitar 26 km. BMKG mengingatkan bahwa "informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data." (rilis BMKG)
Peristiwa kedua terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026 pukul 00:22:21 WIB ketika guncangan dengan kekuatan awal dilaporkan mencapai magnitudo 5,9. Dalam pembaruan parameter, BMKG menyatakan magnitudo diperbarui menjadi M5,7. Episenter gempa ini berada pada koordinat 4,95 LU dan 126,18 BT, atau sekitar 102 km arah barat laut Pulau Karatung, dengan kedalaman hiposenter 62 km. Guncangan dirasakan di beberapa pulau kecil di utara Sulawesi, namun hingga informasi terakhir belum ada laporan kerusakan signifikan.
Detail Teknis dan Lokasi
Data BMKG menunjukkan kedua gempa terjadi di wilayah lepas pantai Sulawesi Utara, namun dengan karakteristik berbeda. Gempa di Ondong, Kep. Sitaro (27 Feb) relatif dangkal dengan kedalaman 26 km dan magnitudo lebih kecil sehingga dampak guncangan terasa lebih terbatas. Sebaliknya gempa di Kepulauan Sangihe (1 Mar) berkedalaman sedang pada 62 km, yang konsisten dengan sifat gempa menengah.
Episenter gempa Sangihe berada di laut dan tercantum sekitar 102 km dari Pulau Karatung, sehingga daerah terdampak meliputi pulau-pulau kecil di utara Sulawesi. BMKG dalam publikasinya menyediakan peta guncangan (shakemap) yang memperkirakan intensitas hingga skala IV MMI di beberapa kawasan seperti Essang, Miangas, Kepulauan Talaud, Kepulauan Marore, dan Kepulauan Sangihe — kondisi dimana "dirasakan oleh orang banyak dalam rumah" jika terjadi pada siang hari.
Analisis BMKG: Penyebab dan Mekanisme
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan gempa yang mengguncang Kepulauan Sangihe merupakan gempa menengah akibat aktivitas deformasi pada Lempeng Laut Filipina. Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa "hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)." Mekanisme thrust ini umum pada zona subduksi atau daerah yang mengalami tekanan vertikal akibat interaksi lempeng.
Penentuan mekanisme sumber dan kedalaman hiposenter penting untuk memahami potensi dampak permukaan serta kemungkinan pemicu tsunami. Untuk kejadian 1 Maret, BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan serupa juga mengindikasikan hingga saat laporan, belum ada laporan kerusakan akibat gempa ini.
Potensi Dampak, Rekomendasi, dan Imbauan
Meski kedua gempa berlokasi di laut dan berpotensi menimbulkan guncangan terasa di pulau-pulau terdekat, catatan resmi BMKG menyebutkan belum ada laporan kerusakan signifikan. Namun demikian, pihak berwenang lokal dan masyarakat di daerah rawan guncangan diminta tetap siaga dan mengikuti arahan mitigasi bencana.
Rekomendasi umum yang biasanya dikeluarkan BMKG dan BNPB meliputi: memastikan bangunan memiliki struktur aman, menyiapkan perlengkapan darurat keluarga, dan jika berada di pantai saat merasakan guncangan kuat segera menjauh ke dataran lebih tinggi sampai ada pernyataan resmi yang menyatakan aman. Untuk guncangan kecil seperti M4,0, tindakan darurat biasanya lebih bersifat pemeriksaan dan pemantauan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi karena data bisa diperbarui: "Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG pada rilisnya.
Pengelola infrastruktur dan pelabuhan di wilayah utara Sulawesi disarankan melakukan pengecekan dini pada fasilitas kritis untuk mengantisipasi potensi kerusakan akibat guncangan, terutama bila terjadi guncangan susulan. Selain itu, media massa dan kanal informasi resmi diharapkan menyampaikan pembaruan parameter gempa secara akurat untuk mencegah informasi keliru yang bisa menimbulkan kepanikan.
BMKG terus memantau aktivitas kegempaan di kawasan Indonesia timur, termasuk wilayah Sulawesi Utara, yang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik aktif. Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi tentang gempa dan potensi tsunami melalui kanal resmi BMKG dan otoritas terkait, serta melaporkan bila merasakan guncangan atau melihat dampak di wilayahnya.
Hingga pembaruan terakhir, dua peristiwa ini tercatat sebagai bagian dari aktivitas kegempaan regional yang dipantau BMKG; pihak berwenang belum mencatat adanya korban jiwa atau kerusakan besar. Pemantauan dan klarifikasi data masih berlangsung mengingat sifat dinamis informasi kegempaan yang dapat berubah bila data tambahan tersedia.
Artikel Terkait

5 Berita Menjelang Lebaran: Remisi, Tiket Kereta, Harga Emas, Cadangan BBM, dan Polemik 'Rp 8 Miliar'
Menjelang Lebaran muncul puluhan sorotan: remisi untuk 1.086 warga binaan, penjualan tiket kereta 84,5%, harga emas Antam stabil, cadangan BBM aman, serta perbandingan mobil Rp 8 miliar.

Airlangga Umumkan WFH untuk ASN, Swasta Diimbau Terapkan Setelah Lebaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH berlaku untuk ASN dan mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah Lebaran. Keputusan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan aktivitas pemerintahan dan keselamatan publik.
Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal
Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Apakah Sholat Idulfitri Wajib Jika Bertepatan dengan Jumat? Penjelasan Muhammadiyah dan Dasar Hadis
Ketika Idulfitri bertepatan dengan Jumat, pertanyaan apakah sholat idul fitri wajib kerap muncul. Muhammadiyah menjelaskan dasar hadis dan merekomendasikan salat Jumat tetap dijalankan.