Evakuasi WNI dari Iran: 32 Warga Dipulangkan Via Azerbaijan, 22 Sudah Tiba di Jakarta
Pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi 32 WNI dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah, dengan 22 orang telah tiba selamat di Bandara Soekarno-Hatta melalui jalur Azerbaijan.
Sebanyak 22 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Mereka merupakan bagian dari gelombang pertama evakuasi yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Dua Gelombang Evakuasi
Proses pemulangan WNI dari Iran dilakukan dalam dua tahap. Gelombang pertama membawa 22 orang yang berhasil meninggalkan Iran melalui Baku, ibu kota Azerbaijan, sebelum akhirnya bertolak ke Jakarta. Mereka tiba di Bandara Soetta pada Selasa setelah menempuh perjalanan panjang yang cukup melelahkan namun berakhir dengan selamat.
Sementara itu, 10 WNI lainnya dijadwalkan tiba pada gelombang kedua, diperkirakan mendarat pada Rabu. Menlu Sugiono mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau pergerakan seluruh WNI di Iran dan memastikan proses pemulangan berjalan lancar. "Evakuasi 32 WNI dari Iran sudah berjalan, sebagian sudah tiba di Indonesia," kata Sugiono kepada wartawan.
Mayoritas Pelajar dan Mahasiswa
Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, saat ini tercatat sekitar 329 WNI yang masih berada di Iran. Mayoritas dari mereka berstatus pelajar atau mahasiswa yang terkonsentrasi di Kota Qom, kota suci yang menjadi pusat studi keislaman dan kerap menjadi tujuan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan agama di negara tersebut. Sisanya merupakan pekerja migran dan ekspatriat yang bekerja di berbagai sektor.
Di antara 32 orang yang berhasil dievakuasi, dua di antaranya merupakan pekerja migran Indonesia (PMI). Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi evakuasi tersebut, dan menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya melindungi seluruh WNI yang berada di zona konflik.
Rute Evakuasi Melalui Azerbaijan
Pemilihan rute melalui Azerbaijan bukan tanpa alasan. Dengan menutupnya jalur udara langsung akibat situasi konflik yang memanas, jalur darat dan penerbangan perantara melalui Baku menjadi opsi paling aman dan memungkinkan saat ini. Baku berjarak sekitar 600 kilometer dari Teheran, dan Azerbaijan merupakan salah satu negara yang masih membuka jalur koneksi transportasi meski kawasan sekitarnya tengah bergejolak.
Kemlu RI menyebutkan bahwa proses evakuasi ini membutuhkan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah Azerbaijan dan maskapai penerbangan, untuk memastikan keselamatan setiap WNI selama perjalanan pulang.
Pemerintah Terus Evaluasi Situasi
Di luar 32 orang yang telah dievakuasi, masih terdapat ratusan WNI lain yang memilih bertahan di Iran. Kemlu menyatakan bahwa pihaknya terus mengevaluasi berbagai skenario untuk melindungi warga negara yang masih berada di sana, terutama menyusul perkembangan konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda secara permanen.
Pemerintah juga telah membuka jalur komunikasi khusus bagi WNI di Iran yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait proses evakuasi lanjutan. Masyarakat Indonesia yang memiliki keluarga di Iran diimbau untuk segera menghubungi KBRI Teheran atau hotline yang telah disiapkan Kemlu.
Situasi di Timur Tengah sendiri masih dinamis. Meski Presiden AS Donald Trump telah memberikan sinyal bahwa operasi militer sudah mendekati penyelesaian, kondisi di lapangan terus dipantau ketat oleh pemerintah Indonesia demi memastikan keselamatan seluruh WNI di kawasan tersebut.
Artikel Terkait

5 Berita Menjelang Lebaran: Remisi, Tiket Kereta, Harga Emas, Cadangan BBM, dan Polemik 'Rp 8 Miliar'
Menjelang Lebaran muncul puluhan sorotan: remisi untuk 1.086 warga binaan, penjualan tiket kereta 84,5%, harga emas Antam stabil, cadangan BBM aman, serta perbandingan mobil Rp 8 miliar.

Airlangga Umumkan WFH untuk ASN, Swasta Diimbau Terapkan Setelah Lebaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH berlaku untuk ASN dan mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah Lebaran. Keputusan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan aktivitas pemerintahan dan keselamatan publik.
Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal
Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Apakah Sholat Idulfitri Wajib Jika Bertepatan dengan Jumat? Penjelasan Muhammadiyah dan Dasar Hadis
Ketika Idulfitri bertepatan dengan Jumat, pertanyaan apakah sholat idul fitri wajib kerap muncul. Muhammadiyah menjelaskan dasar hadis dan merekomendasikan salat Jumat tetap dijalankan.