Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026: Jadwal, Tata Cara Salat, dan Parade 6 Planet Sebelumnya
Gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 diperkirakan akan melintasi seluruh wilayah Indonesia. Muhammadiyah mengeluarkan maklumat tata cara salat gerhana sementara langit juga akan diramaikan parade enam planet pada 28 Februari.

Gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 diprediksi akan melintasi seluruh wilayah Indonesia dan terjadi di tengah bulan Ramadan, memicu imbauan pelaksanaan salat gerhana dari organisasi keagamaan serta minat pengamatan publik. Selain itu, langit malam akhir Februari akan diwarnai fenomena parade enam planet yang diperkirakan mencapai puncak pada 28 Februari 2026, sehingga masyarakat diimbau memanfaatkan kesempatan langit yang ramai fenomena astronomi.
Jadwal dan jangkauan gerhana bulan 3 Maret 2026
Berdasarkan informasi yang dirangkum media nasional, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 diperkirakan melintasi seluruh wilayah Indonesia. Lembaga dan organisasi keagamaan telah merespons prediksi ini dengan menerbitkan panduan ibadah dan kegiatan pengamatan. Kompas TV melaporkan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/E/2026 terkait pelaksanaan Salat Gerhana Bulan Total.
Maklumat tersebut memuat rincian fase gerhana sesuai wilayah, sehingga warga diminta mengacu pada jadwal lokal yang tercantum dalam dokumen resmi. Media juga mencatat bahwa peristiwa ini diperkirakan berlangsung pada pertengahan Ramadan 2026, sehingga memadukan dimensi astronomi dan religius bagi banyak komunitas di Indonesia.
Muhammadiyah: tata cara dan salat gerhana
Menanggapi fenomena itu, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah secara resmi menegaskan anjuran pelaksanaan Salat Gerhana (Salat Khusuf). Dalam maklumat yang ditandatangani oleh Ketua Majelis, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., dan Sekretaris Muhamad Rofiq Muzakkir, Ph.D., disebutkan: "Menyikapi fenomena alam ini, Majelis Tarjih dan Tajdid mengimbau kepada seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah untuk melaksanakan ibadah Salat Gerhana (Salat Khusuf)."
Maklumat tersebut juga menjabarkan tata cara pelaksanaan salat gerhana yang dianjurkan, antara lain pelaksanaan secara berjamaah tanpa adzan dan iqamah. Salat Kusuf dapat dilaksanakan mulai saat gerhana sebagian dimulai hingga gerhana berakhir di wilayah masing-masing. Selain salat, warga diimbau memperbanyak doa, zikir, serta sedekah pada masa gerhana. Lembaga masyarakat dan pengurus masjid disarankan menyosialisasikan waktu fase gerhana setempat agar pelaksanaan ibadah dapat disesuaikan secara tepat.
Selain Muhammadiyah, sejumlah organisasi dan komunitas astronomi juga menyiapkan kegiatan pengamatan dan edukasi; misalnya laporan menyebutkan Indonesian Space Center (ISC) merencanakan pengamatan sekaligus eduwisata religi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada hari gerhana. Masyarakat yang berminat dianjurkan mengikuti pengumuman resmi penyelenggara untuk catatan waktu dan tata tempat.
Langit akhir Februari: parade 6 planet sebelum gerhana bulan
Fenomena langit lain yang menarik perhatian menjelang gerhana adalah parade enam planet pada 28 Februari 2026. Laporan media yang merujuk The Guardian menyebut bahwa Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus diperkirakan tampak tersusun rapat di cakrawala menjelang akhir Februari.
NASA menjelaskan bahwa parade planet seperti ini terjadi karena orbit planet berada pada bidang ekliptika yang relatif datar sehingga dari perspektif Bumi beberapa planet dapat tampak berderet. Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa kesejajaran ini lebih merupakan efek perspektif, bukan kesejajaran fisik. Seperti dikutip, "Hal ini krusial karena atmosfer Bumi di dekat permukaan tanah akan meredupkan objek langit saat mereka terbit atau terbenam," dan, "Bahkan planet yang terang sekalipun akan sulit atau mustahil untuk bercahaya jika posisinya terlalu rendah, karena cahayanya cenderung terhambur dan terserap oleh atmosfer sebelum mencapai mata Anda."
Fenomena parade planet ini menjadi kesempatan baik untuk observasi publik dan pengamatan amatir, namun pengamat disarankan memperhatikan kondisi langit, polusi cahaya, serta posisi planet yang kadang rendah di ufuk sehingga memerlukan lokasi pengamatan dengan cakrawala yang lapang.
Imbauan untuk pengamatan, ibadah, dan keselamatan
Petugas di planetarium, komunitas astronomi, dan organisasi keagamaan menyarankan agar masyarakat merencanakan pengamatan dan pelaksanaan ibadah berdasarkan informasi fase gerhana menurut wilayah masing-masing. Untuk tujuan pengamatan, pilih lokasi dengan cakrawala yang luas dan minim polusi cahaya; untuk pengamatan visual gerhana bulan, mata telanjang sudah memadai, namun binocular atau teleskop akan menambah detail saat fase total berlangsung.
Dari sisi keselamatan, tidak ada risiko langsung pada penglihatan seperti halnya gerhana matahari, sehingga pengamatan gerhana bulan umumnya aman tanpa alat pelindung khusus. Namun, pengamat di luar ruangan tetap diminta memperhatikan keselamatan pribadi, menghindari berkumpul di lokasi lalu lintas padat tanpa pengaturan yang baik, dan mematuhi protokol penyelenggara bila kegiatan dilakukan secara massal.
Bagi yang berminat mengikuti kegiatan keagamaan, rujuk pengumuman resmi dari organisasi keagamaan setempat. Bagi warga Muhammadiyah, maklumat resmi menjadi acuan pelaksanaan Salat Khusuf. Untuk kegiatan edukasi dan pengamatan publik, cek pengumuman dari observatorium, planetarium, atau komunitas astronomi lokal seperti ISC yang telah menyatakan rencana kegiatan pengamatan di TMII.
Fenomena gerhana bulan total, yang terjadi pada saat Bumi menempati posisi antara Matahari dan Bulan, selalu menjadi momen langit yang langka sekaligus kaya makna. Pada tahun ini, rentetan fenomena—mulai parade planet pada akhir Februari hingga puncaknya gerhana bulan awal Maret—memberi kesempatan bagi publik untuk menyaksikan dan merefleksikan peristiwa alam, serta bagi komunitas keagamaan untuk menggelar ritual sesuai panduan yang berlaku. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi tentang jadwal fase gerhana di wilayah masing-masing dan memanfaatkan momen ini untuk pengamatan yang aman serta pelaksanaan ibadah yang khusyuk.
Artikel Terkait

5 Berita Menjelang Lebaran: Remisi, Tiket Kereta, Harga Emas, Cadangan BBM, dan Polemik 'Rp 8 Miliar'
Menjelang Lebaran muncul puluhan sorotan: remisi untuk 1.086 warga binaan, penjualan tiket kereta 84,5%, harga emas Antam stabil, cadangan BBM aman, serta perbandingan mobil Rp 8 miliar.

Airlangga Umumkan WFH untuk ASN, Swasta Diimbau Terapkan Setelah Lebaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH berlaku untuk ASN dan mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah Lebaran. Keputusan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan aktivitas pemerintahan dan keselamatan publik.
Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal
Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Apakah Sholat Idulfitri Wajib Jika Bertepatan dengan Jumat? Penjelasan Muhammadiyah dan Dasar Hadis
Ketika Idulfitri bertepatan dengan Jumat, pertanyaan apakah sholat idul fitri wajib kerap muncul. Muhammadiyah menjelaskan dasar hadis dan merekomendasikan salat Jumat tetap dijalankan.