Maghrib Tangerang: Jadwal Buka Puasa 25 Februari 2026 dan Panduan Doa Berbuka
Waktu maghrib Tangerang pada 25 Februari 2026 menandai buka puasa hari ke-7 Ramadhan; masyarakat disarankan mengikuti jadwal resmi Kemenag dan mengamalkan doa berbuka yang dianjurkan.
Umat Muslim di Kabupaten Tangerang menandai waktu maghrib Tangerang pada 25 Februari 2026 sebagai waktu berbuka puasa hari ke-7 Ramadhan 1447 H. Untuk memastikan waktu yang tepat, masyarakat diminta mengacu pada jadwal resmi yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dan disebarluaskan media nasional sebagai pengingat berbuka.
Jadwal resmi dan rujukan sumber
Kompas.com mencatat bahwa informasi jadwal buka puasa untuk Kabupaten Tangerang pada 25 Februari 2026 tersedia mengacu pada data resmi Kementerian Agama. Pemerintah melalui sidang isbat di pertengahan Februari mengesahkan awal Ramadan, sehingga jadwal imsakiyah dan waktu berbuka (maghrib) diumumkan untuk setiap wilayah. Media lokal dan nasional merekomendasikan agar warga mengikuti jadwal Kemenag supaya seragam dalam pelaksanaan ibadah.
Situs resmi Kemenag menjadi rujukan utama untuk jadwal lengkap imsak, subuh, terbit, dhuha, zuhur, asar, magrib, dan isya' bagi tiap kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Tangerang. Bagi warga yang ingin memastikan waktu maghrib secara tepat, cek laman resmi Kementerian Agama atau kanal berita terpercaya yang mengutip data tersebut.
Perkiraan jam maghrib Tangerang berdasarkan data wilayah Banten
Meski Kompas memuat jadwal Kabupaten Tangerang khusus untuk 25 Februari, data regional Banten yang dilaporkan Bisnis.com pada 23 Februari 2026 menunjukkan konsistensi jam magrib di wilayah itu, berkisar antara 18:17 hingga 18:20. Angka ini memberi gambaran waktu maghrib yang wajar untuk Tangerang pada akhir Februari.
Contoh jadwal wilayah Banten yang dipublikasikan menunjukkan pola waktu yang relatif stabil: imsak sekitar pukul 04:33–04:35, subuh 04:43–04:45, dan magrib sekitar 18:17–18:20. Perbedaan minor antar kecamatan atau kota disebabkan oleh posisi geografis dan metode perhitungan yang dipakai oleh pihak berwenang.
Panduan doa berbuka yang dianjurkan
Selain jadwal waktu, Kompas mengingatkan umat untuk mengamalkan doa sebelum berbuka. Dari keterangan yang dikutip, terdapat dua riwayat doa berbuka yang sering dikutip dalam tradisi: satu diriwayatkan dari Abdullah bin Umar dan satu lagi dari Mu'adz bin Zuhroh. Doa dari Abdullah bin Umar disebutkan dalam bentuk transliterasi:
"Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru in syaa'allah"
Terjemahan yang umum dipakai: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insya Allah." Doa kedua yang diriwayatkan dari Mu'adz bin Zuhroh juga sering dibacakan oleh banyak jamaah, meskipun bentuknya berbeda menurut tradisi periwayatannya.
Mengamalkan doa berbuka sebelum menyantap hidangan dianjurkan sebagai bagian dari adab berpuasa. Selain itu, media dan pihak berwenang mengingatkan agar aktivitas berbuka di masa pandemi atau saat berkumpul tetap memperhatikan protokol kesehatan jika situasi menuntut.
Mengapa penting mengikuti jadwal resmi?
Keseragaman waktu berbuka penting untuk menjaga kekompakan umat, pelaksanaan salat maghrib berjamaah, serta aturan zakat dan ibadah lainnya yang terkait waktu. Dengan merujuk pada jadwal Kementerian Agama, potensi perbedaan interpretasi waktu yang dapat menimbulkan kebingungan bisa diminimalkan.
Selain itu, jadwal resmi biasanya mempertimbangkan metode hisab dan hasil pengamatan yang dipakai oleh otoritas agama, sehingga lebih bisa dipertanggungjawabkan secara administratif dan keagamaan. Media yang mengutip jadwal ini, seperti Kompas, juga menyediakan akses langsung ke daftar waktu harian sehingga warga dapat mengunduh atau mencetak jadwal imsakiyah untuk keperluan praktis selama Ramadhan.
Tips praktis bagi warga Tangerang pada waktu maghrib
- Pastikan konfirmasi waktu maghrib melalui sumber resmi Kemenag atau jadwal yang dipublikasikan oleh pemerintah daerah.
- Siapkan adab berbuka: berdoa sebelum menyantap makanan dan menahan diri dari makanan berlebihan.
- Jika berbuka bersama keluarga atau jamaah, atur waktu salat maghrib agar tidak terganggu dan tetap menjaga protokol kesehatan bila perlu.
- Gunakan aplikasi atau jam adzan yang mengacu pada data resmi untuk pengingat otomatis, namun selalu cek kecocokan dengan jadwal setempat.
Penetapan waktu berbuka yang serasi antarwarga bukan hanya soal ketepatan jam, tetapi juga bagian dari disiplin ibadah dan tata krama sosial selama Ramadhan. Dengan memanfaatkan jadwal resmi dan mengamalkan doa-doa yang dianjurkan, warga Kabupaten Tangerang dapat menjalankan momen berbuka dengan lebih khusyuk dan teratur.
Artikel Terkait

5 Berita Menjelang Lebaran: Remisi, Tiket Kereta, Harga Emas, Cadangan BBM, dan Polemik 'Rp 8 Miliar'
Menjelang Lebaran muncul puluhan sorotan: remisi untuk 1.086 warga binaan, penjualan tiket kereta 84,5%, harga emas Antam stabil, cadangan BBM aman, serta perbandingan mobil Rp 8 miliar.

Airlangga Umumkan WFH untuk ASN, Swasta Diimbau Terapkan Setelah Lebaran
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan WFH berlaku untuk ASN dan mengimbau sektor swasta melakukan hal serupa setelah Lebaran. Keputusan ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan aktivitas pemerintahan dan keselamatan publik.
Jadwal dan Persiapan Shalat Ied 2026: Istiqlal Jadi Lokasi Kenegaraan, Balai Kota Gelar Upacara Lokal
Shalat Ied 2026 dimulai 21 Maret di Masjid Istiqlal sebagai shalat kenegaraan dengan kehadiran pejabat tinggi, sementara Balai Kota Jakarta menggelar upacara dan halalbihalal.

Apakah Sholat Idulfitri Wajib Jika Bertepatan dengan Jumat? Penjelasan Muhammadiyah dan Dasar Hadis
Ketika Idulfitri bertepatan dengan Jumat, pertanyaan apakah sholat idul fitri wajib kerap muncul. Muhammadiyah menjelaskan dasar hadis dan merekomendasikan salat Jumat tetap dijalankan.